2.1 Pengertian Taktik
Taktik adalah suatu
siasat atau pola pikir tentang bagaimana menerapkan teknik-teknik yang telah
dikuasai didalam bermain untuk menyerang lawan secara sportif guna mencari
kemenangan. Atau dengan kata lain taktik adalah siasat yang dipakai untuk
menembus pertahanan lawan secara sportif sesuai dengan kemampuan yang telah
dimilikinya.
2.1.1.Ciri-cirinya :
a)
Mengembangkan daya nalar, kreatif dan
pengambil keputusan yang tepat.
b)
Menganalisis kesiapan fisik, teknik dan
mental agar lawan melakukan apa yang dikehendaki.
c)
Mencari kemenangan secara efektif dan
efisien
d)
Memantapkan mental juara.
e)
Mengendalikan emosi.
f)
Mencegah cidera.
g)
Mengantisipasi kekuatan dan kelemahan
lawan
2.1.2.Jenis – Jenis Taktik dalam Olahraga:
a)
Defense/bertahan.
b)
Transisi dari bertahan menuju menyerang.
c)
Offense/penyerangan.
d)
Transisi dari menyerang menuju bertahan.
2.2. Tahap melakukan taktik
Ada empat tahapan
melakukan taktik yakni :
1.
Tahap persepsi (percaption)
Persepsi merupakan
hasil pengawasan pada waktu pertandingan berlangsung.persessi memperluas konsentrasi
pengamatan lawan dangan tindakan-tindakan lain yang berhubungan dengan tempat
atau posissi dan pasanganya. Konsentrasi sangat di perlukan pada
tahap ini sebab sebelum mengambil tindakan seseorang atlet harus mengamati
kinerja lawan dan kondisi lingkunganya.
2.
Tahap analisis (Analysis)
Analisisis di lakukan
terhadap gerakan-gerakan yang di peroleh dari pengamatan pada tahap persepsi
.Analisis yang benar merupakan syarat pemecahan yang berhasil terhadap
pelaksanakan tugas-tugas bertaktik yang tepat.
Hal
tersebut tergantung kepada daya fikir, proses mental, maka seorang atlet di
tuntutmemiliki intelegensi yang cukup. sebab dalam waktu yang singkat harus
mampu menganalisis dan segera mememcahkan masalah dalam pertandingan.
3. Tahap
penyalesaian secara mental ( mental
solution)
Tahap
ini di lakukan berdasarkan hasil pengamatan dan analisis terhadap situasi
pertandingan. Tujuan mental solution yaitu untuk menentukan cara pemecahan yang
paling efisisen, dengan memperhitungkan
resiko yangb terjadi.
4. Tahap penyelesaian motoris ( moto solution)
Pemecahan
secara motorik merupakan langkah akhir dari melakukan taktik, keberhasilan pada
tahap ini sangat di tentukan oleh keterampilan yang di miliki oleh etlet.jika
psda tahap atlet ini gagal maka, yang bersangkutan harus melakukan evaluasi
untuk selanjutnya melakukan tahap taktik pada situasi yang lain.Tahapan
bertaktik di lakukan dalam waktu sangat singkat situasi yang selalu berubah.
Maka
faktor pengalaman bertanding akan sangat menentukan keberhasilan memilih taktik.
Tidak jarang seorang yangkalah secara fisik dan namun mampu memenagka pertandingan oleh
karena ia mampu menerapkan taktik yang sangat jitu.
2.3.Metode latihan taktik
1.
Petujuk teoritik.Petujuk teoritik berkaitan dengan dengan pemberian pengetahuan
tentang ke giatan olahraga yang relavan
dengan taktik, di ajarkan sesuai dengan peraturan permainan dan pertandingan, terutama
taktik khusus yang berkaitan dengan cabang olahraga tersebut.
Dengan demikian seorang
olahragawan memiliki kesempata untuk mempelajari lawan, dapat menyasusuwaikan
dengan situasi iklim dan lapangan yang di pakai dan lainya.
Berbagai
pendukung yang dapat di manfaatkan antara lain :
a. Optik
b. Seketsa
c. Papan
magnetik
d. Filem
dan
e. Rekaman
vidio.
2. Pengetahuan
praktis
Latihan
akan melengkapi ke seluruhan penampilan
ketrampilan secara progresif yang di mulai dari intruksi dari teoristik
yang sederhana ke yang komplek, dari yang sudah ke yang sudah mengetahui atu
yang belum dan yang panting ke yang kurang penting.
Metode pelatihan pengetahuan
praktis ada dua cara yakni :
a. Kombinasi
latihan taktik dan pengembangan taktik.
Caraini di lakukan
serempak,misalnya latihan teknik passing atas dan smash dalam bola voli di
kerjakan bersamaan dengan taktik 3-2-1.
b. Latihan
taktik secara konplek
Cara ini dilakukan dengan
memperbanyak kesempatan melakukan taktik dengan tanpa mengabaikan taknik, misalnya
dalam situasi seorang pemain atau tim harus segera mengambil tindakan
berdasarkan teknik atau taktik lawan.
Selain
dengan metode tersebut latihan taktik perlu di tunjang melalui proses sosial, berlatih,
bekerjasama, memahami tugas dan tanggung jawabnya, memahami kemampuan sendiri, kawan
maupun lawan. dengan cara tersebut pegembangan kemampuan taktik akan bekerja
secara optimal.
Taktik merupakan salah satu
unsur/komponen yang menentukan pencapaian prestasi dalam kegiatan pembinaan
olah raga prestasi dan latihan dengan tujuan untuk beraaptasi dengan
situasi-situasi tertentu dalam pertandingan/kompetisi serta untuk melakukan
tugas mandiri danatau tim/regu .perbuatan (aksi) taktik di kelompokan ke dalam
tiga fase yang menentukan semua isi/materi latihan taktik.
1. Fase
pertama : persepsi dan analisisi situasi pertandingan. Di sini yang berperan
adalah kualitas dari pengamatan, selain itu tergantung dari pengalaman, konsentrasi,
keadaan elemen kondisi fisik dan teknik pandangan
2. Fese
kedua : pemecahan tugas-tugas teknik khusus secara nasional.untuk mencari
tugas-tugas teknik secara optimal harus mempertimbngkan kekuatan dan kelemahan
pihak lawan baik secara individual maupun tim.
3. Fese
ketiga : pemecahan motorik dari tugas taktik. penemuan pemecahan motorik
merupakan suatu pekerjaan yang sulit karenamelibatkan kemampun daya
fikir.kemampuan fisik dan kemampuan taknik. kemampuan tersebut adalah merupakan
hasil dari pengamatan dan analisis sertaproses berfikir yang intensip.
Petujukan-petunjuk
yang mendasar untuk pembinaan dan
latihan teknik relatif sulit di temukan karena tidak saling terkait dengan
aksi-aksi taktik di seluruh cabang olahraga. Tujuan taktik menurut.
a. Untuk
memeperoleh pengetahuan-pengetahuan taktik,
b. Untuk
mendapatkan ketrepilan-ketrampilan taktik,
c. Untuk
mendapatkan kemampuan takti.
Pegetahuan-pengetahuan
taktik disini adalah pemahaman peratura-peraturan partandingan dan
ketentuan-ketentuan pertandingan, selain itu, termasuk pengetahuan-pengetahuan
dasar taktik seperti pengertian tongkat pada lari estafet pengertian posisisi
enam dalam permainan bola volly. Aksi taktik tidak bisa di lakukan secara
efektik apabila tidak di lakukan dangan tidak di dukung oleh pemahaman pelatih
atau atlit terhadap peraturan dan ketentuan-ketentuan permainan dan
pertandingan. Dasar-dasar pengetahuan taktik sebaiknya di berikan kepada atlet
pemula dan pada pembinaan tingkat dasar.
Ketrampilan-ketrampilan
taktik merupakan proses aksi/tindakan motorik yang di pelajari melalui latihan
dan juga melalui elemen otomatisasi dan gerakan. Dalam kaitan ini ketrampilan
taktik identik dengan ketrampilan motorik atau ketrampilan olahraga.
Yang
termasuk dalam ketrampilan takti di sini
adalah aksi-aksi taktik dalam bentuk rangkaian- rangkaian permainan, pergantian
temo pada balap sepeda, atau ketrampilan-ketrampilan gerakan yang di gunakan
saat bertemu dengan mitra tanding (sparingg
partner).
Sedangkan kemampuan taktik merupakan hasil
pemahaman konsep atau rencanataktik yang sudah di latih secaraberulang-ulang
dan direalisasikan dalam bentuk taktik secara efektif dalam
pertandingan/kompetisi. Seorang atlet mempergunakan kemampuan taktiknya apabila
dia dalam keadaan siap untuk menetapkan kemampuan-keampuan motoriknya,
ketrampilan motori, pengethuan taktik dan ketrampilan taktiknya dalam situasi
pertandingan yang sebenarnya secara efektif.
Pembinaan dan latihan merupakan suatu proses
menumpulkan pengalaman-pengalaman yang panjang, proses pembentukan secara sadar
dan proses pengembangan kepribadian. Taktik dikembangkan secara bersamaan
dengan taktik dan kondisi fisik, dan sangat tergatung dari kedua komponen
tersebut. Oleh karena itu, di dalam pembinaan tingkat dasar perlu di berikan pengetahuan-pengetahuan
taktik seperti krtentuan-ketentuan pertandingan dan peraturan-peraturan
permainan.
Untuk
mempelajari dan meningkatkan kemampuan tindakan taktik dalam proses pembinaan
dan latihan taktik telah menyusun stimulus-stimulus latihan taktik dan
terstuktur dan berfariasi sebagai berikut :
1. Memberikan
bimbingan sistematis terhadap perhatian dan konsentrasi
2. Penerimaan
informasi yang sangat penting dari lingkungan, kemudian menyusun dan memprosesnya.
3. Penyusunan
suatu perencanaan aksi secara rasional melalui pertimbangan situasi dan
pertimbangan peluang yang dimiliki seta perkembangan situasi yang memungkinkan.
4. Melakukan
aksi yang sesuai dan melakukan adaptasi situasi yang berubah.
5. Refleksi
dan aksi yang di selesaikan, menilai, dan mengkritik setiap langkah-langkah
aksi secara persial dan menyeluruh.
No
BalasHapusHarrah's Cherokee Casino & Hotel - Jackson County, North Carolina
BalasHapusLocated 파주 출장마사지 in Cherokee, 천안 출장마사지 Harrah's Cherokee Casino & Hotel has a 경상남도 출장샵 variety of amenities to choose from. Harrah's Cherokee 진주 출장안마 Casino & 김천 출장샵 Hotel is within a 15-minute drive Rating: 3.7 · 17 reviews